jadi mahasiswa lagi? bismillah


Haloooo…lamaaa banget absen di blog, maklumlah lagi di fase-fase “gak sempet ngeblog saking sibuknya buat persiapan ujian…hiihi

Sibuk dengan persiapan ujian..*lebay ah :p

Ujian apa?pada penasaran kah??? ;p

Jadi ceritanya, sesuai dengan syarat dosen sekarang oleh DIKTI, seorang dosen harus memiliki status pendidikan dengan jenjang magister atau s2, dulu hal itu berlaku untuk dosen diluar fakultas kedokteran saja, namun sekarang hal itu juga berlaku buat dosen di fakultas kedokteran (jadi kita gak boleh lagi untuk mengajar kuliah integrasi di kelas besar), walaupun sebenernya pekerjaan dokter adalah jenjang profesi karena kita dapat 2 gelar, sarjana kedokteran (S.Ked) dan dokter (dr). Trus, kerjaan dokter umum sebagi dosen apa? Karena kurikulum kedokteran agak berbeda dengan fakultas lain, jadi banyaaaak banget kerjaan yang bisa dikerjakan dokter umum…mulai dari tutor proses tutorial, pembimbing skill-lab, dan juga pelaksana praktikum di departemen. Tapi, jadi dokter umum saja ternyata tidak cukup..kita harus menambah lagi tingkat pendidikan kita melalui sekolah (lifeLong Learning:/ )

Karena dari awal memang saya berniat untuk berprofesi tidak hanya sebagai dokter, tapi saya juga bercita-cita menjadi tenaga pengajar alias dosen. Maka saya sangat seneng karena alhamdulillah bisa menjadi dosen tetap di sebuah fakultas kedokteran. Ingat satu setengah  tahun lalu, diawali dengan masukin cv, trus tes wawancara, sampai akhirnya tahap evaluasi kerja….alhamdulillh diangkat jadi dosen tetap.

Nahhhh… kaitannya dengan ujian apa, pasti udah bisa nebak kan? Hehe. Jadi Pada saat proses pemetaan SDM (dosen) di Raker tahunan fakultas, saya yang awalnya mengajukan untuk ambil sekolah spesialis di bidang *masih rahasia*, ternyata dari pihak pimpinan fakultas menginginkan saya untuk sekolah magister. Magister apa? Ntar lagi saya bahas,,,sabar-sabar, tenang…hahahaha

Jadi awalnya (tepatnya akhir tahun 2013) saya dan dua orang teman saya dipanggil menghadap pimpinan fakultas. Berdasarkan rapat pimpinan, mereka sudah  menyiapkan kami untuk sekolah di tahun 2014 sesuai dengan bidang yang dianjurkan pihak fakultas. Pada saat saya menghadap, jujur saya masih ragu dan belum bisa menjawab, intinya saya bilang kepada pimpinan untuk membicarakan ini kepada suami saya.

Kebetulan suami sedang on duty, jadi saya dan suami membahas via telpon semaleman hihi. Pembicaraan yang cukup panjang, dengan berbagai macam pertimbangan, beberapa diantaranya adalah :

  1. Pengennya saya, yang ambil spesialis duluan adalah suami (prinsip hidup : suami adalah leader dalam segala hal, istri manager plus sekretaris plus bendahara hahaha), jadi planning saya adalah saya sekolah s2 (memenuhi syarat dosen dulu) dan setelahnya gantian suami ambil spesialis *kemudian di aminkan suami hehehe  (selama proses saya sekolah, suami masih ada waktu buat nabung untuk sekolahnya, maklum beli rumah dan mobil kemarin memang menguras keuangan hahaha)
  2. Karena s2 ini di Jakarta bukan di luar negri *gaya amat ngomong luar negri :p, dan selama proses pendidikan, semua biaya sekolah ditanggung fakultas, jadi saya dan suami mikir, ini artinya rejeki, jangan ditolak. (hari gini, dapet sekolah gratis kan lumayan bangeeet ;D)
  3. Selama proses pendidikan, tidak mengharuskan saya kuliah tiap hari  perbulan (jadwal kisaran semingguan dalam sebulan) dan itu artinya saya gak usah full pindah ke jakarta alias bisa PP palembang-jakarta (berasa eksmud, tiap bulan akan naek pesawat ke jakarta hihihihi)
  4. Kebetulan di jakarta ada keluarga yang rumahnya deket banget dengan UI salemba, jadi kalau suami jadwalnya lagi gak bisa nemenin ke Jakarta, saya in sya Allah aman untuk nginep di Jakarta selama kuliah.
  5. Pihak fakultas masih memperbolehkan saya buat ambil spesialis setelah saya menyelesaikan s2 dan bekerja 1-2 tahun di fakultas, itu artinya klop banget dengan planning 1…artinya selagi ada kesempatan buat sekolah spesialis dan suami udah mulai masuk spesialis duluan, saya akan menyusul buat sekolah lagi hehehe.
  6. Ilmu pendidikan yang mau saya ambil ini, sangat berkaitan sekali dengan dunia pendidikan, jadi cucok banget dengan cita-cita saya yang pengen jadi dokter sekaligus dosen😀
  7. Ini adalah permintaan pimpinan dan fakultas dimana saya bekerja, jadi sangat disayangkan kalau menolaknya. Saya percaya, pimpinan pasti punya pertimbangan sendiri kenapa menganjurkan saya sekolah pada saat ini.

Oke, dengan pertimbangan poin-poin diatas, dengan berdoa, dan ridho suami serta ortu, 3 hari berikutnya saya mengahadap pimpinan dan memenuhi anjuran pimpinan buat sekolah.

Eitsss….ternyata proses gak cukup sampai disitu, saya masih harus ujian penerimaan masuk UI >,<…

Udah lama banget gak ikut tes-tes kayak gini, dengan persiapan yang menurut saya pas-pasan….dengan berbekal beberapa buku yang dibeli 1 bulan sebelum tes, saya akhirnya ikut tes pada gelombang satu di bulan april kemarin(13 April) di UI depok.

Gimana rasanya pada saat tes? Huwahhh rasanya bodoh banget dan soalnya tidak sesuai perkiraan >,<

Tesnya berupa tes tertulis, tes TPA (Tes Potensi Akademik) dan Toefl…hiks kebayang kan, udah 9 tahun gak bahas-bahas soal SPMB/SNMPTN/UMPTN, eh pas tes TPA kemarin, berasa ikut tes SPMB lagi di tahun 2005 dulu hiks.

Pada saat tes, jujur saya berasa kaget dan bingung berasa jadi satu hahahaha apalagi pas tes TPA-nya, beda banget dari tes TPA yang saya kerjakan dari buku yang saya beli hahaha saya sempat mikir, ahh udahlah, kalau memang gak lulus artinya Allah gak kasih jalan. Di soal tertulis peraturan jika benar nilainya 4, jika salah minus satu. Dan, nekatya saya adalah : udahlah, isi aja semuanya, yang kira-kira ragu juga tetep isi, siapa tau betul, nilai yang betul bisa 4 poin…alhasil kertas LJKnya penuh dengan jawaban (saking desperadonya saya) hahaha.

Untuk tes TOEFLnya alhamdulillah sedikit terbiasa, karena 2 minggu sebelum tes, saya dianjurkan suami buat latihan toefl skalian pengen liat skor terakhir saya. Jadi saya daftar ke sebuah lembaga, buat ikut tes toefl ITPnya… jadi pada saat tes toefl di UI, saya udah gak kaget lagi dengan perkiraan soalnya  walaupun sebenarnya tetep pusing juga hehehe. *makasih suamiku sayang*

Daaannn… gimana, hayo…kira-kira saya lulus gak?  Yah, pengumumannya tanggal 18 mei kemarin…post ujian sampe tahap pengumuman tiap kali orang nanya gimana tes di UI, saya selalu mikir “i dont know, the tes was not easy hiks..i’m not sure”, di tiap doa dalam shalat saya selalu ngomong ke Allah “ya Allah, saya berniat menuntut ilmu, saya suka profesi ini, saya pengen sekolah dan ilmu saya terpakai, jika Engkau mengizinkan artinya Engkau memberi Jalan, Tapi jika Engkau tidak mengizinkan pasti itu jalan terbaik buat hamba”….

Laluuuu….di malam tanggal 18 mei jam 3 pagi, tiba-tiba saya kebangun, ngeliat ada pesan di Whatsapp dari temen saya yang juga ikut tes, dia bilang “ pengumuman udah keluar ni, ceklah punya kamu”….langsung inget bahwa hari itu pengumuman…temen saya ngirim jam 12 malem hahaha.

Okey…dengan deg-degan saya buka laptop…*aduhh sambil membayangkan yang nggak-nggak, sampe ngetik no peserta aja gemeteran…

Dan keluarlah ini hehehe :

 

wah...lulus tenyata :D

wah…lulus tenyata😀

 

 

 

Alhamdulillah Robb, Engkau menjawab doa saya dan suami…bismillah, ini jalan dariMu  :D

Sempet  keinget, 3 hari sebelum pengumuman adalah hari dimana saya telat mens sampai hari ke 9, udah harap-harap cemas sama suami, beneran hamil atau nggak, karena siklus mens saya selalu teratur,maka telat mens 9 hari itu udah bikin saya dan suami keGRan hhiihi, dan tepat di hari ke 10, saya mens…huwaaahhh dan itu berasa di PHP banget >,<

Ketika dapet pengumuman lulus ini, saya dan suami mikir, mungkin Allah pengen saya sekolah duluan baru hamil, adapatasi dulu dengan sekolah dan pada saat saya sudah adaptasi sekolah, baru sang baby hadir….

Yahhh…rahasia ALLAH selalu indah, kami berdua merasa bersyukur banget bisa diberikan kemudahan dan kelancaran seperti ini. Ini omongan suami “Apapun rencana Allah, kita harus selalu khusnuzon, dan kamu merasa gak say ? Allah tu sayang banget sama kita”.

Kadang kita pengen A, Allah kasih B, karena Allah tau, B lebih baik untuk kita daripada A. Allah pengen kami selalu berdoa sama Allah, ditengah rasa bahagia di kehidupan rumah tangga kami yang indah ini, Allah pengen kami tetap berdoa, berharap, dan gak lalai denganNya, karena semua keputusan memang hak Allah.

Alhamdulillah, suami support, ortu support, pimpinan support….in sya Allah ada jalan, bismillah ^^

Oh ya, untuk yang masih penasaran saya ambil s2 apa, silahkan klik link berikut ini

 

Sekian tulisan kali ini, doain lancar terus ya…^^

Tulisan ini ditujukan buat suami tercinta, I LOVE YOU sayang…makasih untuk supportmu, doamu dan izin serta ridhomu di tiap perjalanan hidupku…Tanpa Ridhomu, semua ini gak ada artinya😀

(yeayy…makin sering ke jakarta, bisa sekalian liburan kan (pesawat jakarta kan bisa kemana aja??? hihihi *kena jitak suami*)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s