Resep sehat dari modifikasi makanan tradisional


Sejak kecil ibu mengajarkan saya untuk tidak jajan sembarangan, sehingga sampai saya dewasa saya lebih terbiasa makan masakan rumah (membawa bekal/bontot)  daripada jajan diluar. Hal itu juga membuat saya tergerak untuk belajar memasak dengan ibu saya sendiri, dan menurut saya, ibu adalah wanita yang pintar masak berbagai macam masakan. Saya ingat kata-kata ibu dulu, “makan masakan rumah lebih sehat, aman dari bahan-bahan pengawet yang mungkin berbahaya, dan juga bikin kamu lebih hemat”.

Ketika menikah, saya juga tidak sulit dalam menyesuaikan kebiasaan “makan” saya, karena suami saya adalah orang rumahan juga, alias lebih hobi makan masakan rumah. Hal ini juga membuat saya memutar otak, agar masakan yang saya masak tidak hanya enak di lidah, tapi juga harus sehat. Karena kita adalah apa yang kita makan, saya bertekad sebai istri dan calon ibu, saya bisa menunjang status kesehatan anggota keluarga salah satunya ya dari apa yang saya sajikan kepada mereka, orang-orang yang saya cintai.

Suami selalu bilang bahwa masakan saya enak *hahaha gombal*. Kami berdua sama-sama berdarah Palembang, dan kami berdua sama-sama menyukai masakan khas Palembang yaitu Pempek. Dulu sebelum menikah, saya masih termasuk jarang membuat pempek sendiri, saya seringnya membantu ibu saja di dapur tanpa terjun langsung untuk membuat pempek tersebut (lebih tepatnya membantu makan saja hehe). Ternyata, setelah menikah saya baru tau suami saya doyan sekali dengan pempek, saat makan diluar, kayaknya kami berdua merasa akan lebih sehat dan bergizi serta juga hemat kalau dimasak sendiri. Belum lagi dengan isu adanya boraks sebagai pengawet dan pemutih pempek, MSG di dalam adonan pempek,  kita berdua jadi “ragu”  terlalu sering jajan diluar.

Pempek adalah makanan yang tidak pernah bosan untuk dikonsumsi, bahkan saya sering membuat beberapa kali dalam seminggu. Selain enak, bahan dasar pempek juga bergizi karena mengandung zat gizi penting dari daging ikan gabus giling (saya lebih suka ikan gabus ketimbang ikan lain karena baunya yang tidak terlalu amis serta rasanya yang gurih). Untuk membuat olahan pempek yang enak, tidak hanya ikan gabus dan tepung tapioka serta telur  saja, tetapi ada beberapa teknik penting yang harus kita lakukan agar hasil pempek lembut dan kenyalnya pas di lidah.

Beberapa teknik tersebut adalah :

  1. Menggunakan minyak kelapa (minyak goreng) dan air dingin sebagai pelarut dalam mengaduk adonan ikan gabus dan tepung tapioka.
  2. Air rebusan pempek juga perlu diberikan minyak kelapa (minyak goreng) agar pempek yang direbus tidak lengket satu sama lain.
  3. Menggoreng pempek dengan minyak baru(bukan minyak jelantah) dengan api sedang, sehingga warnanya tidak hitam serta tentu saja sehat.
kalau pake sunco, gak ragu deh masukin minyak ke dalam adonan pempek :D

kalau pake sunco, gak ragu deh masukin minyak ke dalam adonan pempek :D  Sumber : Gambar Pribadi

tekstur minyak goreng sunco bening banget, hampir mirip air, lebih encer dibandingkan minyak lainnya :D

tekstur minyak goreng sunco bening banget, hampir mirip air, lebih encer dibandingkan minyak goreng lain :*  Sumber : Gambar pribadi

adonan pempeknya jadi, siap direbus :D kaya akan vitamin, karbohidrat, protein dan omega 3.. berasal dari ikan gabus + telur + tepung tapioka + sedikit air dan juga minyak goreng SunCo

adonan pempeknya jadi, siap direbus😀
kaya akan vitamin, karbohidrat, protein dan omega 3 berasal dari:                                     ikan gabus + telur + tepung tapioka + sedikit air dan juga minyak goreng SunCo           Sumber : Gambar Pribadi

rebusan pempek jadi, siap disantap dengan kuah cuko :D mau dimakan tanpa digoreng rasanya yummy...mau dimakan dengan digoreng rasanya lezat :D sumber : Gambar Pribadi

rebusan pempek jadi, siap disantap dengan kuah cuko😀
mau dimakan tanpa digoreng rasanya yummy…mau dimakan dengan digoreng rasanya lezat😀
sumber : Gambar Pribadi

Kalau melihat teknik tersebut, ternyata komponen minyak goreng mengambil peranan penting dalam membuat pempek agar enak dan tetap sehat. Sehingga untuk minyak goreng (khususnya pada teknik ke satu), saya tidak mau asal-asalan dalam memilih, karena minyak goreng tersebut masuk dalam adonan bukan hanya sebagai alat untuk menggoreng.

Di dalam minyak goreng terdapat asam lemak baik (asam oleat/ asam lemak tidak jenuh) dan asam lemak tidak baik (asam oleidat/ asam lemak jenuh). Minyak goreng yang berkualitas adalah minyak yang mengalami proses penyaringan lebih dari 2 kali karena semakin sering disaring (pengambilan lapisan lemak jenuh) maka kandungan asam lemak tak jenuhnya menjadi lebih tinggi. Namun, karena proses penggorengan  dimana minyak dipanaskan terus menerus serta terjadi kontak dengan oksigen dengan udara luar, menyebabkan reaksi oksidasi pada minyak terjadi sehingga ikatan rangkap asam lemak tidak jenuh terputus menjadi asam lemak jenuh atau bisa kita sebut dengan minyak jelantah. Oleh karena itu, proses penggorengan juga disarankan tidak lebih dari 2x pengulangan, semakin sering dipakai berulang-ulang maka kandungan asam lemak jenuh menjadi tinggi dan tentunya masakan menjadi tidak sehat. (sumber : Majalah Kedokteran UI, Makara. Vol 13 No.1, April 2009 hal : 23-28 )

Berdasarkan artikel kedokteran tersebut, saya lebih selektif dalam memilih minyak goreng, dan kriteria minyak berkualitas ternyata jatuh kepada minyak goreng Sunco *Thanks GOD i found it hihi*

Kenapa?

Karena minyak goreng Sunco dibuat dengan teknologi mutakhir dengan 5 tahapan proses yakni 3 kali proses pemurnian dan 2 kali proses penyaringan. Pantas saja waktu melihat iklannya di tivi si chef berani minum dan maka dari itu juga saya berani mencampurkan di adonan pempek, karena proses pemurnian dan penyaringan tersebut membuat strukturnya bening dan tidak cepat hitam serta tampak lebih cair alias tidak lekat dan mudah mengalir😀 (sesuai banget dengan labelnya : produk minyak goreng bebas lemak trans, mengandung 57% asam lemak tidak jenuh dan difortifikasi vitamin A 30% AKG).

So….membuat resep sehat ternyata tidak sulit, asal kita bisa memilih bahan-bahan yang sehat serta cara memasak yang juga sehat. Karena kembali ke prinsip bahwa kita adalah apa yang kita makan, bagaimana bentuk tubuh dan status kesehatan kita tergambar dari apa yang kita konsumsi. Tradisi masakan sehat dimulai dari keluarga, dan sebagai ibu rumah tangga adalah kewajiban kita memilih makanan terbaik untuk orang yang kita cintai salah satunya dengan memilih minyak goreng baik dan berkualitas  yaitu Sunco😀

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.resepsehat.com persembahan SunCo Minyak Goreng Yang Baik. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s