Serba-serbi Beli Rumah


Assalamualaikum semuaaahhh…

Huwahhh aku mau sharing kabar bahagiaku dengan suami tercinta ^^

Alhamdulillah, resmi di bulan Mei  kemarin, kami akhirnya memiliki rumah pribadi, rumah cinta kami berdua (lebih tepatnya, rumah kami yang dibelikan suami ;p) ….rasanya euforia, bahagia, senang dan tak lupa berhenti bersyukur, Alloh mengabulkan resolusi kami di tahun 2013 ini *makasih sayangkuh fahmi bahar*

Boleh kan ya saya share kebahagiaan saya ini, gak ada maksud apapun selain berbagi dan menyimpan setiap momen penting dalam hidup saya dan suami di blog ini😀

MarKitMul alias Mari Kita Mulai yah hihihi bismillah😀

Saya akan mulai dulu mengenai cerita tentang proses hunting rumah…dan sedikit mengenai proses KPR dan lika-likunya yah  :D

Masih ingat kan di tulisan terdahulu, bahwa salah satu resolusi kami di tahun 2013 ini adalah memiliki rumah…kenapa?
Jujur, bagi pasangan yang baru menikah seperti kami, untuk bisa punya rumah pribadi sendiri dengan biaya sendiri adalah hal yang sedikit berat….tapi setelah banyak membaca, bertanya dengan orang terdekat,mencari informasi di sosial media (salah satunya di twitter dengan follow salah satu akun yang produktif banget @rumahsukasuka), maka kami pun mulai berdiskusi dan membuat keputusan bahwa : Kapan lagi Mau beli Rumah, Kalau tidak dari sekarang. Mau nunggu tahun depan, 2 tahun lagi atau 10 tahun ke depan, rumah adalah hal wajib yang harus dipunyai oleh pasangan yang sudah berkeluarga…sedangkan harga rumah tahun ini akan berbeda dengan harga rumah tahun depan (bahkan hitungan bulan berubah), dengan kata lain harga rumah gak akan pernah turun, bisa jadi harga rumah 300 juta sekarang, akan jadi 500 juta 3 atau 4 tahun mendatang…so? kenapa harus ragu untuk memulai, karena rumah adalah salah satu bentuk investasi yang produktif😀

Kami gak terpikir untuk mengontrak(lebih tepatnya prinsip suami ;D) , karena menurut kami mengontrak hanya memiliki rumah sesaat, kita bayarin orang tapi rumah tersebut bukan punya kita.

Lalu gimana caranya bisa beli rumah yang harganya sekarang ratusan juta?*maklum, saya dan suami kan masih pasangan muda, jadi denger kata ratusan juta rasanya gimanaaaa gitu hiihi*

Mahal atau tidaknya suatu rumah, bukan hanya berdasarkan bentuk rumah, luas tanah, tapi juga lokasi rumah strategis atau tidak😀 *ilmu yang kami dapat selama kami hunting rumah*

Untuk membeli kontan, jujur keuangan tidak mencukupi, mau kontrak rumah, itu menentang prinsip keuangan kami..so cara yang paling aman dan menguntungkan adalah dengan cara KPR or Kredit Pemilikan Rumah di Bank😀

So, dengan ilmu yang lumayan “seadanya” saya dan suami memantapkan hati, memulai semuanya dengan bismillah😀

Saya salut dengan suami, begitu kami start berencana hunting rumah, si doi gak hanya OMDO alias  omong doang tapi doi beneran ngajak saya keliling buat hunting rumah. Periode pertama kami mulai bulan Desember. Doi ngajak di daerah sekitar tempat kerja saya, di daerah ULU (istilah palembang) hehe. Setelah berkeliling hampir 6 perumahan, kami dapat satu perumahan, lumayan strategis, deket dengan tempat kerja saya, bentuk rumah disana cantik-cantik. Selain terjun langsung ke lapangan, kami juga mencari via internet, baik dari situs berniaga.com, rumah.com dan lain-lain.

Singkat cerita, setelah diskusi dengan ortu kami berdua, maka kami bertemu langsung dengan developer perumahan tersebut *yang memang strategis dan lumayan dekat dari tempat kerja saya*. Harga rumah tersebut 400 juta, type 49 dengan luas tanah 120m2. Harga cocok, rumah cocok..pengajuan KPR pun berlangsung.  Bulan Februari tepatnya, ketika mengajukan berkas ke salah satu bank syariah, berkas kami di acc bank…dan proses akad jual beli dan akad KPR akan bisa berlangsung. Pada saat itu, suami masih di site…kalau tidak salah berita mengenai acc-bank terjadi 4 hari sebelum doi off kerja…dan dijanjikan hari selasa untuk melangsungkan akad KPR rumah😀. Huwah, rasanya seneng banget saat udah dapat berita gembira tersebut.

Ternyata, tepat saat dapat kabar akan dilaksanakan akad KPR, pada saat  itu juga  Palembang lagi terkena banjir pasang dari sungai musi (5 tahunan),sebenarnya tidak ngaruh ke kehidupan saya dan suami secara pribadi tapi ternyata daerah perumahan yang ingin kami beli juga terkena dampaknya….walaupun rumahnya tidak kebanjiran,tapi daerah sekitar perumahan dan akses jalan keluar perumahan terkena banjir*saya sempat inspeksi ke TKP pada saat banjir, sayang foto-fotonya saya buang, beneran pasang boookk…hampir selutut tinggi airnya*, dan banjir pasang ini terjadi tiap 5 tahunan, wah alangkah susahnya kami kalau harus kebanjiran tiap 5 tahun sekali *kayak Jakarta aja*… Akhirnya dengan berat hati, saya dan suami akhirnya menghadap ke bank dan ke developernya untuk mengajukan pembatalan terhadap proses KPR rumah tersebut. Alhamdulillah bisa dibatalkan, karena bank sendiri merasa rugi jika rumah yang dibeli turun nilai jualnya (salah satunya karena banjir)…tapi jujur pada saat itu saya dan suami kecewa sekali, soalnya kami sudah sangat sreg dengan lingkungan dan bentuk rumah tersebut…tapi kami yakin, mungkin Alloh gak pengen kami merasakan banjir tiap 5 tahun itu, dan untunglah Alloh membuka mata kami, coba kalau banjirnya terjadi setelah proses akad…gak mungkin lagi kami bisa batal. Yah…dari kejadian ini kami makin yakin dengan istilah, beli rumah itu sama kayak cari jodoh, kalau memang jodoh pasti akan lancar…dan rumah ini bukan jodoh kami, walaupun akad di depan mata, tapi Alloh tidak mengizinkan hehehe. Tapi jodoh tidaknya suatu rumah juga harus diusahakan, gak bisa berdiam diri aja ;p

ini foto saat booking  lahan,...ini lahan yang akan dibangun rumah, dan ini bentuk rumah di perumahan tersebut... tapi ya gak jodoh, ternyata jodohnya jauh lebih baik hehehe *kayak nemu pasangan aja;p*

ini foto saat booking lahan,…ini lahan yang akan dibangun rumah, dan ini bentuk rumah di perumahan tersebut… tapi ya gak jodoh, ternyata jodohnya jauh lebih baik hehehe *kayak nemu pasangan aja;p*

Proses pencarian rumah kami mulai lagi dari nol…kemarin hanya berkutat ke daerah sekitar tempat kerja saya, akhirnya suami mengajak saya meluaskan daerah pencarian kami hehehe. *Di awal pengen beli rumah yang baru, dan lahan masih kosong alias indent, tapi akhirnya berpikir gak ada masalah beli rumah second, yang penting bangunan masih layak huni, nyaman*. Tadinya kami mencari via internet dan keliling-keliling berdua dengan motor *caelahhh romantis banget deh pokoknya, di tengah panas-hujan berpegangan di motor, tertawa bareng, diskusi bareng…ahh indahnya moment-moment perjuangan tersebut hihi*, akhirnya kami pun nanya-nanya ke orang-orang terdekat mengenai info ada rumah yang mau dijual atau nggak.

Nih..beberapa rumah yang sempat saya foto pada saat masa pencarian ini *kalau dihitung-hitung lebih deh 20 rumah kami kunjungi, kami liat-liat dan nego harga sama penjualnya* :

ini ada juga perumahan ditawarin sama temen di kantor, harga 180 juta type 36...tapi lahannya masih belum berkembang , lokasi tidak recomended hehe jadi dibatalkan :D

ini ada juga perumahan ditawarin sama temen di kantor, harga 180 juta type 36…tapi lahannya masih belum berkembang , lokasi tidak recomended hehe jadi dibatalkan😀

ini rumah di dekat rumah kakak saya... sayangnya bank dari perumahan tersebut cuma kerjasama dengan bank konvensional, sedangkan kami pengen bank syarih :D

ini rumah di dekat rumah kakak saya… sayangnya developer dari perumahan tersebut cuma kerjasama dengan bank konvensional, sedangkan kami pengen bank syariah😀

sayang saya gak sempat foto rumah ini dari luar, rumahnya besar, 2 lantai, 6 kamar...tapi sayang sertifikatnya bermasalah...batal deh hahaha

sayang saya gak sempat foto rumah ini dari luar, rumahnya besar, 2 lantai, 6 kamar…tapi sayang sertifikatnya bermasalah…batal deh hahaha

#saya bahas dikit kenapa kami lebih prefer dengan bank syariah😀

1. Karena suku bunganya flat, sesuai banget dengan prinsip membeli barang secara kredit dalam islam, dimana kita menyicil dengan biaya cicilan yang tetap setiap bulannya. Contohnya kayak rumah kami ini, kami membayar cicilan dari tahun pertama sampai selesai jumlahnya tetap di angka 3.2 juta. Beda kalau kita menggunakan bank konvensional, maka bunga yang flat hanya berlaku mungkin 1-2 tahun saja, selanjutnya akan naik -turun (biasanya naik deh, gak akan turun hehe), misalnya tahun pertama 3,2 juta maka tahun kedua bisa 3,3 juta, tahun ketiga 3,4 juta dan seterusnya karena mengikuti perubahan dari suku bunga.

2. Lebih aman, karena bank benar-benar melindungi pembeli(nasabah), jika rumah yang dibeli masih dalam bentuk lahan kosong atau  kita indent dulu, dan proses pembangunan dimulai setelah akad berlangsung, maka bank tidak akan mencairkan uang langsung 100% ke developer,tapi dicairkan sedikit-sedikit 50%-30%-20% sampai rumah benar-benar selesai sehingga rumah dibangun sesuai janji developer sehingga pembeli (nasabah) tidak dirugikan.

Setelah hampir 3 bulan mencari rumah idaman( Februari-Mei), yang sesuai budget dan keinginan, maka malam itu (lupa tepatnya jam berapa, tanggal berapa hehe) suami buka-buka iklan rumah di internet, iseng cari-cari iklan baru (suami udah sampai hapal harga-harga rumah dan lokasinya yang ada di iklan saking seringnya buka-buka situs jual beli rumah hahaha) dan muncullah postingan baru (baru 1 hari) yang kami lihat harga dan rumahnya cukup menarik dan lokasinya juga ternyata sangat strategis. Suami langsung menelpon no kontak yang ada di iklan, telpon diangkat dan suami langsung janjian dengan penjual untuk bertemu dan melihat rumah besok pagi.   Kebetulan di hari yang sama tersebut, ada 2 rumah lain yang juga kami kunjungi dan janjian sama penjualnya buat bertemu langsung. Ntah kenapa, dari bentuk rumah dan lokasi, kami langsung jatuh cinta dengan rumah ini (rumah kami sekarang). Bisa dibilang jatuh cinta pada pandangan pertama hehehe. Saat bertemu dengan penjualnya(suami istri) langsung, ternyata rumah ini sudah dari bulan Agustus 2012 dikosongkan, karena sang penghuni pindah tugas ke Surabaya, dan dari Agustus 2012 sampai hari kami berkunjung  tersebut, itu rumah memang sudah dijual, dipasang tulisan “dijual” dan juga di beritakan dari mulut ke mulut, tapi berhubung sang penjual gak ada di Palembang, jadi banyak “broker” yang berperan disana, otomatis harganya berbeda dari penjual (kalau dipikir-pikir pas banget ya dengan bulan dan tahun kami menikah hihihi). Daaaannn…Alhamdulillah, kebetulan pada saat kami menelpon, si penjual memang lagi ada di Palembang karena sedang ada urusan keluarga dan akhirnya dia memposting iklan. Ternyata setelah iklan di posting, memang makin banyak yang nanya-nanya mengenai rumah ini, tapi untungnya kami yang berjodoh hihihi. Rumah ini mereka beli di tahun 2011 dengan type 36, kemudian langsung di renovasi total di tahun 2011 kayak sekarang (type 70) dengan luas tanah 121m2….rumah dengan dua kamar, dua kamar mandi, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga dan dapur. Sudah ada canopi dan ada pagar, Alhamdulillah ^^. Letaknya lumayan strategis, dekat salah satu mall besar di kota Palembang dan ternyata juga dekat dari rumah ortu saya, so kalau suami lagi keluar kota, ortu bisa nemenin saat malam hehehe.

ini foto rumah saat di iklannya hihihi...mungil-mungil tapi alhamdulillah rumah sendiri :D

ini foto rumah saat di iklannya hihihi…mungil-mungil tapi alhamdulillah rumah sendiri😀

Pada hari yang sama tersebut langsung negosiasi harga sama penjual, si penjual menawarkan harga 350 juta dan saya serta suami  saling kode menyebut harga penawaran yang sama yaitu 300 juta.  Si penjual juga saling kode mengiyakan, dan sang istri langsung bilang untuk urusan bea balik nama dan pajak biarlah kami yang tanggung. *sangat-sangat lumayan boooo, bisa sekitar 10 juta kalau diurus sendiri*, tapi kami berdua tidak langsung bilang akan membeli, kami pengen diskusi dulu dengan ortu. Malemnya si penjual sms menanyakan kepastian, soalnya mereka bilang ada pembeli lain yang ingin membeli. Suami tetap santai, doi bilang tetap diskusi dulu ajak ortu melihat rumah tersebut *suami bilang, izin ortu juga penting dalam urusan rumah*. Setelah ortu dan mertua acc, lusanya kami langsung ke rumah penjual (lebih tepatnya ortunya penjual, coz doi lagi menginap disana), kami langsung menyerahkan uang tanda jadi 10 juta dan bismillah kami bilang bersedia membeli rumah. *bagi sebagian orang mungkin harga 300 juta gak seberapa, tapi bagi kami rumah tersebut lumayan worth it, dan karena ini adalah rumah pertama, maka prinsipnya sesuai kantong, kemampuan and si rumah nyaman dunk, hihii*

Penjual mengira kami akan membeli kontan, tapi akhirnya kami jelaskan bahwa kami akan melakukan KPR dengan bank jadi mungkin prosesnya butuh waktu karena ada proses yang harus dilakukan bank sampai terjadinya akad jual beli dan akad KPR. Penjual setuju, dan karena mereka hanya sebentar di Palembang akhirnya mereka mengkuasakan hak jualnya ke bapaknya si suami, dan selama proses ini kami berhubungan dengan si bapak😀

Alhamdulillah, karena sebelumnya berkas kami sudah pernah di acc di bank (sudah di BI checking, di lihat mengenai tunggakan kartu kredit ada atau tidak,dan kami lolos karena kami gak pake kartu kredit jadi gak mungkin ada tunggakan hihihi trus di liat juga status pekerjaan dan penghasilan, berkas kami dianggap layak untuk melakukan kredit rumah dan dianggap memiliki kemampuan membayar, alhamdulillah ^^), maka ketika mengajukan di bank syariah X, berkas kami langsung di acc. Akhirnya kami mengajukan pinjaman di nominal 185 juta, karena sang suami tercinta melakukan DP sebesar 115 juta. *prinsip banget dalam melakukan KPR, besarkan DP kecilkan jumlah pinjaman, sehingga akan memperkecil cicilan perbulan, dan pilihlah waktu berdasarkan kesanggupan*. Suami melakukan DP 115 juta (punya uang kontan 115 juta) dibayar ke penjual, dan 185 juta pinjaman dari bank yang dibayarkan ke penjual, dan sekarang kami membayar cicilan ke bank sebesar 3,2 juta perbulan selama 7 tahun (karena suami gak pengen lama-lama berhutang, kalau bisa di bawah 10 tahun katanya :D).

ini adalah hasil dokumentasi saya pada saat kami beberes rumah sebelum pindahan, hehe rumah sederhana, rumahcinta kami berdua ^^

yang paling bikin jatuh hati adalah dapurnya, ini foto beberapa hari sebelum pindahan, rumah masih benar-benar berantakan coz udah 10 bulan ditinggal kosong..barang yang disentuh suami  pertama kali adalah mesin air hahaha...*jiwa anak teknik mesinnya terpanggil*

yang paling bikin jatuh hati adalah dapurnya, ini foto beberapa hari sebelum pindahan, rumah masih benar-benar berantakan coz udah 10 bulan ditinggal kosong, barang-barang yang ditinggal aja belum diangkut sama penjualnya..barang yang disentuh suami pertama kali adalah mesin air hahaha…*jiwa anak teknik mesinnya terpanggil*

ini foto kamar utamanya, benar-benar masih berantakan hahaha alhasil itu rumah kami siramin semua lantainya pakai air.

ini foto kamar utamanya,masih ada kamar satu lagi, persiapan buat anak or kamar tamu hehe, benar-benar masih berantakan hahaha alhasil itu rumah kami siramin semua lantainya pakai air.

ini ruangan keluarga, tuh ada meja tv yang belum sempat dibawa...

ini ruangan keluarga, tuh ada meja tv yang belum sempat dibawa…

ini salah satu kamar mandinya, dan saya suka banget warnanya hehe kamar mandi satunya saya juga suka, belum sempat eike fotoin hihihi

ini salah satu kamar mandinya, dan saya suka banget warnanya hehe kamar mandi satunya saya juga suka, belum sempat eike fotoin hihihi

Alhamdulillah….Akad jual beli dan Akad KPR resmi berlangsung…sertifikat sudah bisa resmi balik nama atas nama kami, dan dipegang bank sampai cicilan kami lunas 7 tahun kemudian.  Alhamdulillah, walaupun nyicil tapi menyicil untuk dimiliki, membeli rumah baik dengan cara kontan ataupun kredit semuanya adalah hal yang produktik karena rumah salah satu bentuk investasi. Bisa dibayangkan kan berapa harga rumah ini 7 tahun lagi hehehe, kalaupun kami jual lagi insya  Alloh gak rugi ^^

aaakkkk...akhirnya resmi tanda tangan akad KPR

aaakkkk…akhirnya suami resmi tanda tangan akad KPR, akyuuuu dibeliin rumah sama suami :*

istri juga dimintain tanda tangan hihihi *enak banget jadi istri ya, rumah dibelikan tapi bisa ikutan tanda tangan,,,#eh ;p

istri juga dimintain tanda tangan hihihi *enak banget jadi istri ya, rumah dibelikan tapi bisa ikutan tanda tangan,,,#eh ;p

Dan SAH SAH SAH…serasa mirip mirip dengan akad nikah pada saat anda tangan akad jual beli dan akad KPR hehehe.

Yuk yuk yuk, yang udah berkeluarga, udah punya kemampuan, daripada duitnya melebar kemana-mana mari kita “bayarkan” ke cicilan rumah hehehe. Selagi ada kemauan pasti ada jalan, terasa berat diawal tapi pasti akan berasa manisnya di akhir😀. Walaupun hutang, yang penting hutangnya produktif dan dicicil dengan penghasilan sendiri, alhamdulillah😀

Dan tidak lupa, saya sangat sangat sangat bersyukur kepada suami yang berusaha dan bekerja mencari nafkah serta atas izin Alloh maka kami diberikan kemampuan untuk membeli rumah, saya semakin kagum dengan kerja kerasnya, dengan kesungguhannya dan dengan kepemimpinannya di rumah tangga kami berdua, doakan rumah cinta kami juga senantiasa penuh keberkahan dan kasih sayang dan semoga Alloh memberikan kemudahan dan kemampuan kepada kami untuk membayar tiap bulan ammin😀

Salam cinta dari kami berdua ya ^^

*mengenai serba-serbi KPR, lanjut lagi di posting berikutnya yah…udah kepanjangan ni tulisannya hehe.

12 thoughts on “Serba-serbi Beli Rumah

  1. Puza, selamat yaa. Semoga berkah dan kebahagiaan selalu dilimpahkan ke keluarga di tempat tinggal barunyo. Memang lemak berumah dewek, apolagi pas sudah punyo anak lebih teraso lagi. Btw, gek isi rumah pacak lebih mahal daripada DP ituu.. :p

  2. Barakallaah mba atas nikmat berupa rumah barunya🙂
    Kami alhamdulillaah masih jadi kontraktor,hehe. Enak ya kalau tinggalnya bisa menetap, mau beli rumah juga enak ga perlu banyak pertimbangan, bagi kami, pasangan yang harus berpindah-pindah tempat tinggal dalam kurun waktu yang tidak pasti tampaknya punya rumah sendiri masuk list ke-sekian, hehe, insyaAllaah sudah merencanakan tapi tetap di kota asal kami entah kapan itu kami bisa balik ke homebase🙂

    • Alhamdulillah mbak makasih bnyak😀
      mgkn skrg Alloh ngasih rejekinya rumah bwt kami…yg pasti nkmat Alloh g terhitung dan g bs dihitung ^^
      Lagi hamil y skrg? Sehat2 trus ya..doakan saya jg segera menyusul :*
      Kalau mmg niat beli rumah di kota sendri, slagi mb msh pndah2, rumah yg udh dbeli dikontrakin aj k org lain, jd bs nambah pghasilan lg hehe ntar pas udh stop pndah, baru nempatin rumah barunya hehhe

      • Iya mba, sudah kepikiran mau beli tanahnya dulu, tapi masih harus nabung dan lagi-lagi membuat skala prioritas😀
        Doakan ya mba semoga kami juga bisa segera punya rumah sendiri untuk berteduh🙂
        Alhamdulillaah iya mba, setelah 3th lamanya akhirnya sama Allaah dikasih amanah juga menjadi calon ibu. Doanya semoga kelak kami benar-benar bisa menjadi sebaik-baik orangtua. Semoga mba juga segera diamanahi seorang penyejuk mata di saat terbaik😀

      • Subhanallah… Trnyta Alloh mmg pnya skenario tbaik ya mbak, mbak 3 thn nkah alhamdulillah akhirnya dkasih momongan…saya dan suami hampir setahun mbak🙂
        Tapi kami berdua yakin, mslah anak/keturunan itu adalah hak preogratif Alloh…kt gak pnya kuasa, dan Alloh akan mberi amanahnya di waktu yg tepat nantinya😀
        Saya doain spya rejekinya lancar trus, shngga bisa jg memiliki rumah impian😀
        Mbak tggal dmana skrg? Kok kyknya kt prnah knal pdhal g prnah ktmu sblmnya…ada rasa hati pgn slg berbagi dan silaturahmi😀

  3. Iya mba, betul banget, Allaah itu sebaik-baik Pengatur dan Perencana. Apapun yang Allaah beri itu selalu pas dan tepat. Alhamdulillaah🙂
    Kami menikah sudah 3th mba, LDM 2,5 th dan baru mulai serumah akhir November tahun lalu. Qodarullaah sama Allaah langsung diberi amanah ini🙂

    Betul mba, kita sebagai manusia cuma bisa mengupayakan yang terbaik, masalah hasil itu sudah jadi hak Allaah untuk menentukan. Aamiin aamiin, saling mendoakan ya mba Putri😀

    Oiya panggil dek aja gpp mba, mba Putri senior saya tampaknya, hehe. Iya ya mba, kita kayaknya baru kenal via blog tapi rasanya pengen mengenal di dunia nyata aja. Mba putri di Sumatra ya? Saya di Banjarmasin mba, huhu, andai di pulau yang sama pengen deh kopdar-an😀

    • Iya nih…andaikan bs kopdaran ^^
      Wah sm dunk, saya dan suami jg menjalani LDM ni, bntr lg setahun LDM kami ini hehe.
      Mau udah dpt momongan atau blm, hubungan dan keharmonisan dg suami adalah amanah yg slalu dijaga sepanjang hidup karena kt udah komitmen di hadapan Alloh bwt berdampingan slamanya kalau bisa sampai surga ^^
      Pakai whatsapp kah? Pengen bs ngbrol lgsg scra pribadi^^
      Kapan ya saya bs ke banjar hehehe.

      • Betulll, malahan karena LDM-an malah lebih bisa menghargai dan mensyukuri waktu ketika bisa berkumpul ya mba😀
        Dulu jaman manten baru cuma serumah 3pekan terus ditinggal 3bulan baru bisa ketemu, kalo flashback ke masa-masa LDM rasanya gimana gitu, tapi akhirnya semua terlewati. Mulai bulan depan kami bakal LDM-an lagi mba, karena saya mau balik ke Jogja sekitar 6bulan. hehe. Itung-itung nostalgia LDM-an lagi.
        Wah saya ga ada WA mba, oiya mba putri ada fb kah? nanti biar saya add😀

      • Huwaaah kapan ke yogyanya? Bisa kopdaran ni kita…saya mau nemenin suami training insya Alloh tgl 28juni -3 juli ini lho di jogja…pengen kopdaran😀
        Nama pggilannya sapa dek? Mbak gak aktif lg di fb, tp mbak udah follow akun twitternya😀
        Klo twitter @putrizlka, klo fb : putri zalika kesuma hehe
        LDMan itu…rasanya jd serasa penganten baru trus ya hehehe. Pas lg ada, trus ditinggal trus ktmu lg…jd kangen2an trus sm suami😀
        Semangat buat LDMannya…yg pntg slg menjaga dan meminta Alloh bwt mnjaga hati kt msg2 hehe

  4. Kyaaaa, mba mau ke jogja juga tah? tapi tapi tanggalnya😦
    mbok diperpanjang mba di jogja-nya, hehehe, kami baru balik tanggal 6juli mba, huhuhu *kurang pas nih tanggalnya*

    Oiya panggil Ayu aja mba, nama di FB Rahayu Sulistiorini, ntar saya add mba putri yak😀
    Saya malah ga aktif di twitter mba, twitter itu cuma nyambung ke blog, jadi kalo ada postingan nanti link-nya ikut muncul, selain itu udah ga pernah update.
    Iya mba betul banget, justru karena LDM-an ini jadi bisa belajar banyak hal, saling mendoakan ya mba, moga Allaah senantiasa limpahkan berkah dan rahmatNya buat keluarga kecil kita😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s