Tentang si Transmusi


Assalamualaikummm Yang kangen, yang kangen, yang kangen sama tulisan saya tunjuk tangan? Yang hobi mantengin blog saya buruan ngakuuuu…hihiihi *ih PD banget ya saya, ya iyalah PD…ketimbang minder :p* Langsung ke topik bahasan yah hehe Kali ini saya akan membahas angkutan umum di kota saya tercinta, yaitu TransmusišŸ˜€

sumber : google.co.id

sumber : google.co.id

Mungkin untuk sebagian orang sudah tahu mengenai Transmusi di kota Palembang, tapi ternyata ada juga yang masih belum tahu (dikhususkan warga kota Palembang),…jadi tujuan saya menulis tentang topik ini adalah memberikan informasi mengenai Transmusi sebagai Icon baru angkutan umum di kota Palembang, tidak hanya dikhususkan kepada orang palembang tapi juga warga kota lain yang nantinya siapa tahu akan melancong ke palembang dan tanpa kendaraan pribadišŸ˜€ *sebenarnya bulan kemarin di akun twitter saya, sudah saya bahas tentang ini, tapi kayaknya lebih puas buat ditulis di blog deh* Yuk ahhh, merapat kesini hihihi Sebagai seorang istri yang bekerja, belum bisa bawa kendaraan pribadi dan yang saat ini dalam fase LDRan bareng suami *paket lengkap* , angkutan umum adalah hal yang sangat penting bagi saya ketika suami di luar kota (suami saya punya ritme kerja 2 minggu di luar kota, dan 2 minggu libur di rumah saja hahaha).Nah, kota palembang yang tercinta ini adalah salah satu kota yang rawan akan tindak kriminal seperti penjambretan, bahkan penodonganĀ  dengan senjata tajam …dan itu tidak hanya berlangsung di jalanan umum tapi juga terjadi di angkutan umum. Seram? Iya…seram. Inilah sedikit hal ekstrim dari kota PalembangšŸ˜€ Angkutan umum bervariasi, mulai dari bus kota, angkot, taksi blue bird bahkan taksi yang non argo pun sudah ada….tapi semua hal tersebut belum membuat saya sebagai masyarakat palembang merasa nyaman dan aman naik kendaraan umum, sampai akhirnya muncul si Transmusi ini, yaitu bentuk lain bus exlusive ber-Ac dengan interior yang nyaman serta adanya pintu yang otomatis terkunci ketika bus berjalan kecuali sang sopir lupa menutupnya *gaya-gaya busway luar negeri sedikit hihihi* Dan sejak tanggal 24 Maret 2013, Transmusi mulai memberlakukan pemakaian kartu Smart card sebagai kartu penumpang(masing-masing satu orang per kartu tetapi bisa dipindahtangankan untuk dipakai oleh orang lain). Sebenarnya Ā wacana ini sudah dikenalkan ke publik sejak bulan Desember 2012 tahun kemarin, tapi sepertinya masyarakat masih dalam tahap adaptasi begitu pula dari manajemen Transmusi yang juga belum ā€œkerasā€ membuat masyarakat ā€œpahamā€ dengan sistem Smart card ini.

si smartcard saya, yang membelikan dan siaga dengan sistem smart card ini ya sang suami tercinta :*

si smartcard saya, yang membelikan dan siaga dengan sistem smart card ini ya sang suami tercinta :*

Sebelum ada istilah Smart card, pembayaran Transmusi sama seperti kita naik angkutan umum lainnya, yaitu kita membayar uang sebesar Rp 4.000,- Ā dengan pramugara (pramugara lebih berkelas dibandingkan kenek bus kota hehe) yang berpakaian seragam dan selalu standby di dalam Transmusi, dan setelah membayar kita akan mendapatkan secarik kertas berupa tiket. Tiket ini kita pegang, ketika kita berhenti di halte-halte transit (halte Transmusi tersebar di palembang, tapi ada yang namanya halte transit sebagai tempat pemberhentian untuk naik Transmusi dengan jurusan utama Transmusi yang berbeda) maka kita tidak perlu membayar kembali, cukup dengan menunjukkan tiket tersebut maka kita akan bebas ongkos (tapi itu hanya berlaku di halte transit saja lho ya:D). Sekarang, sejak tanggal 24 Maret 2013 penumpang yang tidak memakai kartu Smart cardĀ  tidak boleh naik sama sekali walaupun merengek minta tolong, bahkan menangis sekalipun plus merayu (ihhh beneran, beberapa kali saya sempat melihat cewek-cewek merayu sang pramugara tapi pramugaranya gak tergoda hahahaha). Wah, serem ya…iya, tapi kalau gak seremĀ  pasti banyak masyarakat yang tidak disiplinšŸ˜€ Lalu bagaimana sih sistem pengunaan Smart card ini? Nah, kartu Smart card ini mirip banget sistemnya dengan voucher pulsa…. Kita cukup membeli perdana seharga Rp 18.000,- dan berisi Rp 8.000,- (dua kali pemakaian) dan kartu ini akan berlaku seumur hidup, cukup kita isi ulang layaknya pulsa dan saldo pun akan bertambah (nominal isi ulang dimulai dari angka Rp 10.000,-). Pembelian kartu perdana dan pengisian ulang bisa dilakukan di halte-halte transit dan bahkan kadang bisa juga di dalam Transmusi itu sendiri. Lalu, bagaimana sistem pengurangan saldonya? Jadi setiap kita naik Transmusi, kita wajib menempelkan kartu Smart card kita ke mesin detektor yang ada di dalam Transmusi, maka secara otomatis saldo akan berkurang. Prinsip kerja mesin ini sama dengan mesin finger print di kantor-kantor. Lalu apa donk istimewanya penggunaan smart card ini? Nah, ternyata dengan menggunakan smart card maka saldo kita hanya terpotong Rp 4.000,- saja setiap kita perjalanan. Hal ini tidak hanya berlaku di halte transit tapi juga di setiap halte manapun pada saat yang kita berhenti, bahkan jika jalurnya berlawanan. Misalnya (untuk orang palembang), kita naik di halte seberang mall PTC menuju mall PIM, kemudian kita berhenti di mall PIM, lalu kita ingin melanjutkan Ā ke mall PS, saldo kita hanya terpotong satu kali, walaupun tiap kali kita naik kita harus menempelkan kartu. Padahal kita sudah naik 3 Transmusi dengan jurusan yang berbeda lho….mau 5 bahkan 10 kali naik pun tetap terpotong 1 kali kok. Akan tetapi, sistem otomatis free ini hanya berlangsung 2 jam saja dari sejak kapan kita pertama kali menempelkan kartu dan berulang kembali tiap 2 jam berikutnya. Misal seperti saya, saya ke kampus hanya ingin mengantarkan berkas ujian mahasiswa, dari rumah saya waktu tempuhnya hapir 1 jam menuju kampus, trus di kampus hanya 10 menit, lalu saya pulang lagi kerumah dan waktu yang berlangsng belum sampai 2 jam, maka ketika naik Transmusi saat pulang, saldo saya tidak terpotong lagi ^^ (lumayan banget ni menghemat kalau perginya dalam waktu yang singkat hahaha)

nunggu bareng sahabat saya di salah satu halte transmusi hahaha teteup foto-foto donk demi tulisan ini :p

nunggu bareng sahabat saya di salah satu halte transmusi hahaha teteup foto-foto donk demi tulisan ini :p

Ya selain keistimewaan itu, hmmm sebenernya dengan adanya sistem Smart card maka bisa mengurangi sampah kertas dari tiket kertas yang selama ini diberlakukan, serta mengurangi kerepotan pramugara, serta menghindari beberapa penumpang yang mungkin ā€œlolosā€ bayar karena terkadang saking ramainya penumpang yang naik, ada aja yang jadi penumpang gelap hehehe. Daaaan…sampai sejauh ini tingkat keamanan di dalam Transmusi terjamin banget. Kalau di angkot/ bus kota jangan coba-coba deh buka tutup hape secara santai apalagi hape kita termasuk hape mahal atau canggih, dijamin banyak mata yang mengintai hehehe. Kalau di dalam Transmusi, kita bisa tidur (sambil duduk tentunya) tanpa khawatir barang hilang….mau buka tutup hape, bahkan ada yang buka tutup laptop hehehe. Tentu saja aman, karena pintunya otomatis terkunci dan hanya si sopir yang bisa membuka dan menutup pintu tersebut, dan Transmusi hanya berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di haltenya saja, tidak boleh berhenti sembarangan layaknya angkot dan bus kota….so bisa dibayangkan kan bagaimana sengsaranya si jambret mau kabur kalau dia coba-coba menjambret dalam TransmusišŸ˜€

nongkrong di halte, menanti Transmusi datang, aman dan nyaman (untuk saat ini, gak tau kalau beberapa tahun kedepan hahaha)

nongkrong di halte, menanti Transmusi datang, aman dan nyaman (untuk saat ini, gak tau kalau beberapa tahun kedepan hahaha)

 

nih mesin detektornya....tinggal tempel kartu dan si mesin akan mengucapkan "terimakasih" or "saldo anda tidak cukup" kalau si smartcard saldonya kurang dari Rp 4.000,- *seru2an nih hihihi*

nih mesin detektornya….tinggal tempel kartu dan si mesin akan mengucapkan “terimakasih” or “saldo anda tidak cukup” kalau si smartcard saldonya kurang dari Rp 4.000,- *seru2an nih hihihi*

Okey…udah dulu ahhh topik hari ini…senyaman-nyaman Transmusi masih enak dibonceng or disupiri suami donk hiihii. Dan bagi warga kota lain yang sedang mampir ke palembang, naik Transmusi bisa dijadikan pilihan lho…kita tidak akan tersesat, karena sang pramugara dan sopir akan memberikan petunjuk kepada kita, untuk behenti di halte mana dan naik jurusan apa kita selanjutnyašŸ˜€ Oke…selamat menikmati perjalanan anda, dengan naik angkutan umum kita pun juga ikut membantu program pemerintah dalam mengurangi kemacetan (asal memang angkutan umumnya nyaman dan aman ya hehe), dan semoga si Transmusi ini semakin bertambah deh jumlahnya ^^ Yuk ahhh, bye-bye…si suami udah manggil nyuruh off si laptop :p

teteup harus ada foto bareng suami tercinta muachh muaachh :*

teteup harus ada foto bareng suami tercinta muachh muaachh :*

5 thoughts on “Tentang si Transmusi

  1. Xixixixi…aku ketawa Baca Di foto terakhir…. “Bahasa pengantin baru banget deh”…xixiixixi
    Btw, wahhh..suka deh Baca kemajuan pesat Di Palembang sana. Aku kan orang Palembang juga tapi udah luamuaaaaaaaaaaa buanget gak pernah mudik ke Palembang. Terakhir mudik itu waktu anakku usianya 3 tahun, sekarang anakku udah 18 tahun berarti…waaaaaaaa…udah 15 tahun!!!!
    Aih..kangen ma Palembang. Banyak2 nulis tentang Palembang ya, biar bisa ngobati kangenku ma kota ini

    • Aihhh senangnya dikomentarin sm alumni palembang *eh kayak sekolah aja* hihihi
      Makasih mbak udah mampir, hayuk hayuk ke palembang mbak…nti saja ajakin naik transmusi :p *jd guide*
      Iya…palembang udah lumayan maju mbak, tp tetep icon “senjata tajam” nya gak hilangšŸ˜€

  2. bagus bgt mbak infonya..apalagi aku mahasiswa semester akhir yang mw ngebahas tentang efektifitas penarikan restribusi dengan sistem smart card.
    thanks a lot y mbak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s