Indahnya hidup dimulai dari angka 0


assalamualaikum ^^

judulnya unik ya…..kenapa gak dimulai dari angka 1? kalau 1 artinya udah ada angka/nilai, kalau 0 ya bener-bener kosong-polos belum ada awal😀

judul ini sesuai dengan pernikahan yang kami jalani sekarang😀

setiap hari saya dan suami selalu bersyukur bisa menikmati segala hal dari angka nol, angka nol membuat kami lebih dekat satu sama lain dan membuat kami butuh dan ingin selalu dekat dengan Pemilik Cinta Kami, angka nol membuat kami semakin banyak berbagi, dan angka nol juga membuat kami bisa membuat cerita dan berbagi pengalaman mengenai kehidupan pernikahan kami…. *yah tentunya angka nol inilah adalah kata konotasi ya, mengenai kehidupan pasangan yang baru menikah🙂

masyarakat umum sering bilang kehidupan sebenarnya adalah kehidupan setelah menikah, makanya kadang-kadang di ucapan selamat bagi pengantin baru  biasanya dihiasi dengan kata-kata “selamat menempuh hidup baru” karena memang setelah menikah, kehidupan baru bagi sepasang insan yang saling mencintai dimulai😀

Dimulai dari angka nol pertama, yaitu saat bulan April 2012 keluarga suami melamar saya…pada saat itu, suami sudah bekerja sebagai seorang dokter perusahaan dan saya juga sudah bekerja sebagai dokter jaga. Dia bertekad bahwa dia harus menikahi saya tahun 2012,di bulan syawal …. padahal, kalau boleh dibilang, saat itu suami baru mempunyai uang “seadanya” maklumlah, kami sama-sama baru tamat sekolah😀 , namun karena niat untuk menikah alhamdulillah dicukupkan oleh Alloh. Dari april 2012 – Agustus 2012 pada saat itu juga Alloh memudahkan semuanya😀

Boleh saya bahas dikit background suami saya???

Suami saya adalah anak ketiga dari empat bersaudara dan mereka laki-laki semua. Ayah suami sudah meninggal dunia sejak dia SMP, dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Bisa dibayangkan kan bagaimana sosok suami saya berjuang untuk sekolah dan menikah … ya, ini adalah salah satu hal yang sangat saya kagumi dari suami saya sejak saya mengenalnya dari jaman kuliah dulu, beliau sosok yang cerdas, solih dan juga pekerja keras. Bisa dibilang, pada saat kami menikah kemarin secara materi 85% berasal dari penghasilan dia sendiri selama kurang lebih hampir setahun bekerja…dia tidak meminta dana dari orang tuanya karena memang ayahnya sudah tidak ada, dia juga tidak berhutang karena berkat usaha, doa dan izin Alloh rezeki untuk menikahi saya dicukupkan Alloh *hal ini juga yang semakin menguatkan saya dan orang tua saya bahwa dia bisa diandalkan sebagai kepala keluarga yang insya Alloh bertanggung jawab untuk urusan dunia dan akhirat ^^

akhirnya 26 agustus 2012  genaplah separuh agama kami🙂 , kehidupan baru pun dimulai….

bayangkan, 1 minggu setelah menikah suami harus kembali bekerja karena memang jadwalnya untuk on duty kembali ke site…

karena kami merasa ini adalah hal yang memang harus dijalani, kami jalani dengan ikhlas karena kami sudah berkomitmen untuk melakukannya dan menyerahkan semuanya kepada Alloh *karena kami sepakat ini hanya sementara^^

Setelah menikah, jujur saja kas suami kosong hahaha *tapi di bulan september suami gajian lagi kok…hehe saya juga memiliki penghasilan sendiri karena alhamdulillah saya juga bekerja. Dan pada bulan september juga, saya dipanggil menjadi dosen di fakultas kedokteran di universitas swasta. *pada awalnya, selain sebagai dokter jaga di sebuah RS, saya sudah menjadi honorer dosen di fakultas kedokteran universitas negeri….tapi karena berbagai faktor dan pertimbangan bersama suami, saya memilih sebagai dosen di universitas swasta…salah satunya karena lokasinya yang dekat dengan rumah suami serta jam kerjanya😀

dan di bulan yang sama ini juga, kami diberi kesempatan buat honeymoon keluar kota, alhamdulillah setelah 2 minggu suami kerja, kami langsung berangkat keluar kota*lebih tepanya mendapat fasilitas dari kantor suami karena berbarengan dengan jadwal training suami😀 *huwowww pengen banget diulangi lagi…mudah2an ada rejeki dan kesempatan😀

foto kenangan lagi di bandara, sesaat sebelum berangkat honeymoon ;p

foto kenangan lagi di bandara, sesaat sebelum berangkat honeymoon ;p

Mengenai kendaraan dan  tempat tinggal, ya ini adalah angka nol yang kedua….

suami saya adalah lelaki yang memiliki cara berpikir yang logis…dulu sebelum nikah kami sama-sama punya konsep lebih baik menikah dulu ketimbang menyiapkan rumah/ mobil dan hal-hal lainnya, karena kalau ditunda-tunda dan sibuk menyiapkan yang belum siap ujungnya gak siap-siap….ringkasnya adalah, nikah itu gak harus mapan dulu, tapi kalau memang sudah mapan sebelum menikah ya syukuri itu serta menikahlah, apa yang ditunggu , jangan jadikan ketidakmapanan sebagai alasan untuk menunda pernikahan.

Dulu beberapa minggu setelah menikah suka becanda sama suami, andai kita belum nikah, mungkin kakak bisa pake mobil atau kredit rumah sekarang, tapi kakak rugi karena kakak belum bisa hidup sama kamu alias kita belum nikah *aiiiiihhhh…lelakiku, lebih memilih menikah ketimbang sibuk “memapankan” diri😀

Jadi kami mempunyai pola pikir yang sama, bahwa punya rumah/mobil/sekolah spesialis dan hal-hal lainnya akan kami wujudkan bersama setelah menikah, karena dengan menikah rejeki akan semakin lancar dan berkah :D…bismillah, kami yakin Alloh akan mempermudah😀

now….resolusi kami di 2013 pelan-pelan terwujud..

dimulai dengan niat kami pada bulan oktober kemarin untuk membeli kendaraan roda empat dari toyota, *kendaraan murah meriah kalau kata media massa😀, tapi sayangnya sampai detik ini belum ada kabar dari pemerintah mengenai regulasi harga…jadi kepastian munculnya kendaraan tersebut dan diberandol dengan nominal berapa pun belum resmi ada padahal sudah indent antrian, tapi apalah daya mungkin memang harus sabar menunggu dan menikmati fase-fase berpelukan pada saat naik motor :-p

yah mungkin belum sekarang tapi mungkin nanti ^^

yah mungkin belum sekarang tapi mungkin nanti ^^

di sela-sela waktu luang kami, saya dan suami selalu berdiskusi mengenai resolusi kami, akhirnya kami sepakat bahwa “bagaimana kalau kita mulai dengan resolusi selanjutnya yaitu rumah”..ketimbang nunggu, alhamdulillah rejeki lagi ada, daripada terlalaikan dengan keadaan, sibuk jalan-jalan, belanja-belenji dkk, apa salahnya mulai berani mewujudkan mimpi walaupun akan ada resiko yang kami terima yaitu akan lebih “mengencangkan ikat pinggang” hahahaha. * saya juga sangat bersyukur, suami saya bukanlah type lelaki yang hobi nongkrong or kumpul-kumpul bareng temen-temennya yang cowok, bukan karena dia tidak punya teman tapi dia lebih suka menghabiskan waktu bersama saya istrinya, kalaupun ingin ikut suatu acara, saya selalu diikutsertakan, jadi anggaran nongkrong-nongkrong bisa dibilang tidak ada😀

Prinsip kami selanjutnya adalah Karena harga rumah tidak akan pernah turun, kapan lagi akan memulainya ….and now alhamdulillah  kami sedang dalam proses KPR dengan Bank syariah untuk membeli sebuah rumah (secara kredit)😀 *di tulisan blog berikutnya saya juga akan cerita mengenai proses mencari rumah, memilih rumah tersebut, bagaimana cara KPR dengan bank dan lika-likunya, saya ingin berbagi pengalaman dan pelajaran, sapa tau ada yang butuh infonya , ditunggu ya ^^.

yihaaah, rumah mungil kami nantinya ^^ (LB 49/LT120)semoga segera terwujud :D

yihaaah, rumah mungil kami nantinya ^^ (LB 49/LT120)
semoga segera terwujud😀

sekolah…adalah angka nol ketiga

yah, seperti yang saya bahas ditulisan sebelumnya, bahwa kami juga memiliki impian untuk sekolah dan kami juga berusaha mwujudkannya bersama-sama…

salah satu jalan yang suami tempuh adalah membuka tempat praktek pribadi…

walaupun pasien pada awalnya tidak tahu dengan kami, kami tetap berdoa dan ikhtiar serta berusaha melakukan yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang datang…alhamdulillah, walaupun masih dalam istilah do-re-mi (hitungan pasien belum lebih dari 3 per hari), setidaknya pasien sudah banyak yang mulai kenal. Paling penting adalah membuat mereka percaya kepada kita, berusaha memberikan pelayanan terbaik serta jangan pernah memandang pasien dari “dompetnya”…ya layani, layani, layani..semoga ini menjadi salah satu amal kami kepada sesama😀

beberapa malam yang lalu, kami menghiung penghasilan uang praktek selama satu bulan yang saya masukkan di dalam sebuah celengan… ya, pasien yang datang beragam, ada yang bayar dengan warna merah-biru, ungu :p…bahkan dengan uang ribuan. Sampai suami bilang malam itu ; “sayang, kerasa banget ya kita memulainya dari 0 walaupun hasilnya dikit tapi alhamdulillah ada kepuasan pribadi (sambil meluruskan uang-uang ribuan yang terlipat-lipat)”…  saya cuma bisa trsenyum manis menatap suami dan menjawab dalam hati, alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah….semoga niat kita selalu terjaga, dan pasien banyak yang makin percaya, dan saya tetap selalu bisa mendampingi kamu saat sekarang sampai nanti  selalu bersama:D

Sungguh menyenangkan bisa memulai dari 0, alhamdulillah terasa banget nikmatnya karena ada “proses” yang kami lewati bersama😀

mewujudkan mimpi itu tidak cukup hanya dengan kemampuan, tapi juga doa dan juga sedekah….serta ridho orang tua😀

saya sangat bersyukur bisa hidup dan menjalani semua prosesnya dari 0 bersama sang suami tercinta, dan saya selalu kagum dengan usaha, semangat dan cintanya dalam memimpin saya….

dan selalu lagi-lagi saya katakan, blog ini saya buat sebagai jalan untuk berbagi pengalaman hidup😀

dan pesan saya kepada para istri….selalu dukung suami, doakan mereka dan kirim alfatihah di setiap doa kita…agar mereka senantiasa dijaga Alloh, sehingga kita pun terjaga karena dipimpin olehnya. Syukuri, support dan berikan kenyamanan saat mereka dirumah…karena dibalik pria sukses (tunjuk suami sendiri;p), ada wanita hebat yang mendampinginya😛 *uhuiii :p

lelaki manapun, inginkan wanita yang menyejukkan hati…dan saya sekarang senantiasa belajar untuk menjadi bidadari penyejuk hati suami😀 *yuk belajar bersama*

foto kemarin waktu ikut nemeni suami gathering...foto 1..si suami dapet doorprize, lumayan dapet kemeja point one hihihihi

foto kemarin waktu ikut nemeni suami gathering…
foto 1..si suami dapet doorprize, lumayan dapet kemeja point one hihihihi

Noted : tulisan ini dibuat dengan harapan kelak kalau anak kami dewasa, ketika mereka melihat tulisan ini, mereka tau bagaimana ummi-abi nya memulai kehidupan dari 0…dan bisa memberi gambaran kepada mereka, bahwa kebahagian adalah ketika kita dan pasangan bisa berjalan beriringan saling menjaga agar selalu berada dibawah naunganNya, menjalani hidup penuh syukur dan selalu berikhtiar dan berdoa dalam mewujudkan impian, karena mimpi hanya akan menjadi mimpi jika tidak diupayakan….kehidupan secara materi boleh dimulai dari 0, asal jangan 0 dari segi keimanan😀

4 thoughts on “Indahnya hidup dimulai dari angka 0

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s