sekolah… (cita-cita yang selalu ada)


assalamualaykuuum….^^

pagiiiii….bagaimana pagi anda disana? kali ini tulisan saya ingin membahas mengenai karier dan kaitannya dengan rumah tangga ^^

ya…sekolah..cita-cita yang selalu ada.

sebagai pasangan yang mempunyai profesi yang sama yaitu dokter, kami berdua juga memiliki cita-cita yang sama yaitu ingin mengambil sekolah spesialis lagi. Dokter manapun dimanapun siapapun pasti bercita-cita untuk bisa melanjutkan sekolah kembali tidak ingin berhenti sebagai seorang dokter umum, pengen menuntut ilmu lagi untuk mendapatkan ilmu yang lebih spesifik sehingga lebih bermaanfaat lagi bagi umat ^^. Ada yang diberikan rejeki takdir sebagai anak seorang dokter spesialis sehingga dia lancar jaya untuk melanjutkan sekolah kembali setelah dia tamat jadi dokter umum, atau anak pejabat sehingga juga gampang untuk bisa sekolah lagi, atau anak dari orang tua yang masih mampu membiayai sekolah walaupun dia telah selesai menjadi dokter umum, atau ada yang mendapat rejeki beasiswa karena bekerja di rumah sakit daerah sehingga dibiayai oleh rumah sakit tersebut….dan ada juga yang dengan modal sendiri mengumpulkan modal uang sekolah sendiri dan keberanian untuk mengambil sekolah spesialis lagi (walaupun banyak jalur, akan tetap ada ujian saringan masuk kembali  bagi seorang dokter umum untuk melanjutkan sekolah spesialis). Nah kayaknya kami berdua sama-sama sepakat untuk mengambil jalur terakhir hehehe (ortu kami bukan dokter spesialis, ortu kami bukan pejabat, kami tidak ikut jalur beasiswa hahhahaha)

Pembahasan sekolah sudah kami bahas dari sejak kami koass, dan berlanjut sampai menikah.Tapi dari sekian lamanya berdiskusi, maka kami memiliki pandangan yang sama bahwa dalam memilih bidang spesialis, kami akan mempertimbangkan mengenai kesibukan semasa sekolah spesialis (masa sebagai residen), serta kesibukan dan kehidupan setelah menjadi spesialis tersebut, apakah nantinya akan “mengganggu” keharmonisan Rumah Tangga serta kehidupan dengan anak-anak kami nantinya, hal ini juga dikhususkan kepada saya sebagai seorang istri dan ibu.

Maklumlah, kami berdua memiliki latar blakang yang sama yaitu ibu kami adalah wanita yang tidak bekerja diluar alias ibu rumah tangga…maka kami kepengen kedepannya anak kami juga tetap dekat dan kenal serta tidak kekurangan kasih sayang walaupun ibunya ini (saya) adalah wanita yang bekerja diluar hehhe. So, apa ksepakatan kami???

Bahwa saya dan dia akan mengambil spesialis yang nantinya setelah jadi spesialis tidak harus  capek unuk membuka praktek…tapi dibutuhkan oleh RS ;p

dia akan sekolah duluan, setelah semester 3 atau 4 (saat mulai bisa adaptasi dan sedikit santai) maka saya akan menyusul untuk sekolah.

kami sama-sama sepakat bahwa keluarga, pasangan, anak-anak adalah segala-galanya. saya sebagai seorang istri dan ibu nantinya, gak akan mengambil bidang spesialis yang sibuk, yang ada jaga malam or kalaupun ada jaga malam sangat-sangat minimal, karena saya adalah tipe wanita yang lebih suka mngurus suami, anak-anak, dan kehidupan rumah tangga hhhehe.

Banyak yg kami dengar, bahkan kami lihat…ada dokter yang sekolah (laki-laki/perempuan) ntah pasangannya juga seorang dokter atau tidak, ujungnya bercerai atau bahkan selingkuh…nauzubillah. karena memang hal tersebut tidak tabu di dunia kerja kami…tapi tidak mutlak 100% begitu ya, karena masih sangaaaat banyak juga pasangan yang harmonis dan tetap kompak walaupun mereka sama-sama sibuk dan kami sangat salut dengan pasangan tersebut. Hidup itu pilihan, dan tiap pilihan memiliki risiko masing-masing. Tapi selagi bisa dihindari, maka kami sepakat untuk menghindari pilihan dengan risiko terburuk, karena yang memilih adalah kita, hidup kita pun yang menentukan adalah kita…^^

Saya pengennya walaupun saya bekerja dan sudah menjadi seorang spesialis, saya tetap bisa tampil cantik dan menarik di depan suami serta anak-anak saya, tidak capek hati tenaga dan pikiran ketika masuk ke rumah karena capek setelah jaga malam atau sibuk memikirkan pasien di bangsal, atau juga capek menghadapi tugas yang menumpuk ataupun menghadapi konsulen serta senior yang semena-mena….saya tetap bisa menikmati ibadah dengan tenang tanpa sibuk memikirkan jam sekian sampe sekian harus praktek, atau akan ada operasi hehehe saya mau tetap bisa brkumpul dengan suami belajar di majlis ilmu agama, dan bisa berkumpul dan shalat jamaah dengan anak-anak kami , belajar tajwid dengan suami serta anak-anak kami dsb^^. Bagi saya, cukuplah masa-masa koass adalah masa terlelah saya dalam menuntut ilmu secara fisik hahaha

saya pengen tetap bisa mengikuti perkembangan anak saya mulai dari dia lahir sampai dia dewasa, saya juga pengen jadi sahabat bagi anak-anak saya nantinya…serta tetap menjadi wanita yang paliiiiing menarik dimata suami saya AAAMIIIIN.

Dan ternyata suami pun memiliki pikiran yang sama, dia pengennya istrinya gak perlu capek sekolah dan nyari duit…cukup dia yang bekerja keras, cukup dia yang berusaha…bagi dia istri dan anak-anak adalah segala-galanya dan dia tau bahwa saya adalah tipe wanita seperti itu, maka hal itu juga yang membuat dia yakin bahwa saya wanita yang pantas menjadi ibu dari anak-anaknya ^^ *PD banget gue hahaha :p*.

kami selalu berprinsip bahwa : “apa sih yang mau kita kejar dalam karier kalau ujungnya malah bikin kita “berjarak” dari pasangan??? malah sibuk dengan dunia masing-masing??? malah sampai bercerai karena sibuk berpikir “kamu ya kamu atau aku ya aku”??? atau tidak bisa melihat dan mengikuti perkembangan anak??? tidak bisa atau sangat sedikit waktu untuk bisa berkumpul dengan orang tua, kakak, adik dan keluarga besar??? malah bikin kita jauh dari ALLOH karena tidak bisa menikmati ibadah kepadaNya???”

jika kembali dengan prinsip tersebut, maka hati ini akan menjadi tenang dan tidak akan sibuk melihat rumput di rumah tetangga…karena setiap orang memiliki rejeki dan kadar bahagia masing-masing, dan kita tidak akan sibuk melihat rumput tetangga kalau kita sendiri sudah sibuk merawat dan menjaga rumput di halaman rumah kita. Yakinlah, segala sesuatu yang dijaga dan dirawat akan berbeda hasilnya termasuk hati dan jiwa ^^

saya bingung tulisan ini kayaknya keluar dari inti hahaha…pasti ada yang bertanya-tanya memangnya nanti kami mau ngambil spsialis apa???

hehehe masih dirahasiakan :p…yang pasti bidang spesialisasi yang tidak terikat dengan tempat praktek, bukan spesialisasi mayor, masih sedikit peminatnya untuk sekarang tapi sangat dibutuhkan di setiap rumah sakit. Suami akan memilih spesialisasi yang sibuk, tapi kesibukannya gak akan lama dan tidak terikat waktu ketika dia sudah menjadi spesialis….dan saya sebagai istri bisa mendampinginya kapan aja dia mau hihihihi.

Doakan kami yaaaa^^

kami yakin cita-cita ini akan tercapai, ALLOH akan memberi kemudahan bagi hambaNya yang berusaha, berdoa, dan memiliki tujuan yang baik ^^ Aaamiiin.

i love him….semoga kami selalu dijaga, saling menjaga, dan terjaga dibawah NaunganNya aaamiiiin😀

“Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad)

Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

 “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut. (H.R. Ibnu Abdil Bar).

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keduanya (kehidupan dunia dan akhirat) maka dengan ilmu.”

*postingan kali ini tanpa foto yah ;p

 

3 thoughts on “sekolah… (cita-cita yang selalu ada)

  1. Subhanallah… Senang sekali baca tulisan kakak^^.. Ini cerita yang saya cari-cari dan Alhamdulillah ada yang mau nge share juga cerita tentang pasangan dokter muslim yang ingin saya jadikan inspirasi saya X)… Syukron!

  2. Benar kak…saya juga ingin berprinsip yang sama seperti kakak.doakan saya jadi dokter muslim yang sukses juga ya kak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s