Hemat energi hemat biaya…lestari Indonesiaku


Masih ingat dengan slogan iklan “hemat energi hemat biaya” ??? slogan ini sangat tepat jika kita kaitkan dengan Sumber Daya Alam (SDA) negara kita Indonesia tercinta. Sumber daya alam sendiri telah kita ketahui terdiri dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

image

image

Indonesia tanah air kita, memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah, sehingga wajar jika para wisatawan menyebut negara kita sebagai surga dunia. Betapa tidak, alam kita sungguh kaya, indah dan subur. Akan tetapi, semua kekayaan tersebut akan berkurang bahkan juga hilang jika kita tidak dapat menghemat pemakaian sumber daya alam yang ada serta menjaga dan melestarikan lingkungan alam indonesia yang indah ini.

Selanjutnya apakah tindakan nyata yang bisa kita lakukan dalam menghemat pemakaian sumber daya alam (dalam hal ini sumber daya alam penghasil energi) serta bagaimana cara kita menjaga dan melestarikan lingkungan?

Banyak cara yang bisa kita lakukan, tapi itu semua tidak akan nyata bila tidak kita mulai dari sekarang, dari hal-hal kecil, dan dari diri kita sendiri.

Tindakan yang saya lakukan selama ini menurut saya cukup efektif, diantaranya :

1. Mengurangi pemakaian plastik.

Plastik adalah salah satu bahan yang sangat sulit terurai, sehingga apabila ada sampah dalam bentuk plastik khususnya kantong belanja dan kemasan suatu produk, sampah tersebut hanya akan menumpuk, jika dikubur akan sulit terurai, dan tidak berubah bentuk, apabila dibakar akan tetap tersisa sebagai plastik.
Ironisnya rata-rata semua kemasan produk di Indonesia menggunakan plastik, seperti sabun cair dan peralatan mandi lainnya. Untuk mengurangi tumpukan sampah plastik, maka saya selalu membiasakan membeli refill atau isi ulang dengan kemasan ukuran besar, sehingga botol plastik produk tersebut akan tetap layak pakai. Kenapa ukuran besar? Karena jika kita membeli yang kecil, kita malah menambah jumlah plastik dari kemasan refill tersebut.

image

Selain itu, untuk mengurangi jumlah kantong plastik, saya selalu membiasakan diri untuk membawa kantong/tas belanja sendiri saat berbelanja (biasanya berbahan dasar kain yang bisa dipakai berulang kali), sehingga barang-barang belanjaan langsung saya masukkan ke dalam tas belanja saya tanpa menggunakan kantong plastik lagi, saat pulang tas belanja saya tidak penuh dengan kantong plastik yang nantinya akan menjadi tumpukan sampah.

image

2. Menghemat pemakaian listrik

Kegiatan sehari-hari yang biasa saya lakukan dalam rangka menghemat listrik antara lain mematikan lampu jika tidak berada di ruangan tersebut, misalnya kamar mandi, dapur, ruang kerja serta mematikan lampu saat tidur. Mematikan lampu saat kita tidur selain menghemat energi, juga dapat membantu kita agar tidur lebih cepat sehingga pada saat bangun pagi akan terasa lebih segar dan semangat dalam beraktifitas.
Selain itu saya biasa menyimpam pakaian yang sering saya gunakan dengan cara digantung daripada saya lipat, karena kalau dilipat biasanya akan kusut lagi sehingga harus disetrika kembali (khususnya buat saya yang memakai jilbab) dan itu akan menambah pemakaian listrik serta menambah waktu pekerjaan kita untuk menyetrika.

image

3. Menghemat pemakaian air

Pemakaian air yang bijak selain dapat melestarikan sumber daya alam dapat juga menghemat keuangan kita. Beberapa hal yang saya lakukan antara lain menampung  air wudhu dan air hujan untuk menyiram tanaman di lingkungan rumah, sehingga air PAM tidak saya gunakan secara langsung untuk menyiram tanaman, tapi benar-benar digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Menggunakan shower dan keran air untuk mandi dan berwudhu. Setelah saya ukur (tampung), menggunakan shower atau keran ternyata lebih hemat air karena air yang terbuang lebih sedikit dibandingkan menggunakan gayung.

4. Menanam tanaman di pekarangan rumah.

Dalam rangka berpartisipasi di kegiatan reboisasi, hal kecil yang bisa saya lakukan adalah menanam tanaman di pekarangan rumah, rumah menjadi lebih sejuk dan segar karena adanya proses fotosintesis. Efek positif lainnya adalah tanaman tersebut menjadi penghias pekarangan rumah serta kegiatan memelihara tanaman tersebut menjadi  pengisi waktu luang kita setelah penat bekerja di luar.

5. Menggunakan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi.

Dalam rangka mengurangi kemacetan, saya sebagai seorang dosen terkadang lebih memilih menggunakan angkutan umum seperti trans musi (transportasi massal di Palembang) atau becak agar tidak terlambat menuju kampus, karena menggunakan kendaraan pribadi membuat saya terlambat mengajar akibat terjebak macet.

image

image

Selain menghindari kemacetan, menggunakan angkutan umum juga mengurangi polusi udara dan menghemat energi dalam hal ini BBM. Bayangkan jika 10 orang  melakukan hal yang sama seperti saya, maka hal tersebut akan menghemat penggunaan BBM dari 10 buah mobil pribadi dan polusi yang ditimbulkannya. Kemacetan di Indonesia merupakan PR yang sangat besar bagi pemerintah, sebagai penutup dari blog ini seandainya saya menjadi seseorang pengambil kebijakan dalam pemerintahan maka saya akan membuat regulasi sebagai berikut :

1. Regulasi kepemilikan kendaraan pribadi.

Setiap orang berhak memiliki kendaraan pribadi sesuai kemampuan ekonomi masing-masing. Namun, pemerintah berkewajiban membuat peraturan yang dapat membatasi masyarakat dalam memiliki kendaraan tersebut. Sebagai contoh peraturan untuk memiliki motor dengan cara kredit tidak akan semudah sekarang dimana dengan DP 500 ribu saja sudah bisa mengendarai motor di jalan raya. Kemudian jumlah kendaraan pribadi yang dimiliki satu rumah idealnya dibatasi maksimal 2 mobil saja.

2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas transportasi umum.

Jika kenyamanan, keamanan serta jumlah transportasi umum memadai, maka masyarakat tidak akan enggan untuk memilih transportasi umum tersebut dibandingkan kendaraan pribadi.
Kemudian sebaliknya, jumlah transportasi umum yang tidak layak pakai idealnya diberhentikan izin trayeknya sehingga dapat mengurangi angkutan umum yang beroperasi di jalan raya yang akhirnya akan mengurangi tingkat polusi udara.

3. Nasionalisasi aset minyak dan gas negara.

Indonesia sebagai negara yang kaya akan SDA khususnya minyak dan gas, ternyata selama ini tidak menikmati hasil kekayaannya sendiri  secara maksimal karena sebagian besar pengelolaan dikuasai oleh perusahaan asing. Alangkah bijaknya jika pemerintah mempercayakan pengelolaan SDA minyak dan gas kepada sumber daya manusia yang handal dari Indonesia sendiri yaitu BUMN dalam hal ini PT. Pertamina.

image

Hal ini sesuai dengan implementasi UUD 1945 pasal 33 ayat 2 yang berbunyi “Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara”  dan ayat 3 :
“Bumi, air dan kekayaan alam yang
terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat“.

Kehidupan terus berpacu dengan waktu dan tidak dapat kita pungkiri bahwa lambat laun energi yang tidak dapat diperbaharui akan habis, sedangkan banyak hal-hal kecil yang dapat kita lakukan untuk menghemat pemakaian energi, jika tidak sekarang lalu kapan lagi?
jika bukan kita lalu siapa lagi?

image

Posted from WordPress for Android

About these ads

76 thoughts on “Hemat energi hemat biaya…lestari Indonesiaku

  1. Seharusnya masalah kontrak kerja sama itu sebaiknya memang perusahaan dengan perusahaan, bukan negara dengan perusahaan. Mosok negara direndahkan martabatnya dengan membuat kontrak dengan perusahaan.

      • Salam kenal,
        Institusi Negara juga kan ada pelevelannya. semisal wilayah provinsi (bagian pemerintah negara) yang kerja sama dengan swasta atau BUMN (tetep aja ini perusahaan). Atau yang lebih gede level nya di kementrian. kayaknya pernyataannya kurang pas aja kalo “negara direndahkan martabatnya dengan membuat kontrak dengan perusahaan”
        CMIIW ^^

      • Nah kalau BUMN itu kan statusnya Badan Usaha (a.k.a Perusahaan) jelas kalau mebuat kontrak nanti statusnya Perusahaan dengan Perusahaan. Sejauh ini statusnya kan BP Migas sebagai instansi pemerintah, perwujudan wakil pemerintah, perwujudan wakil negara. Begitu pun sekarang di bawah Dirjen Migas kementerian ESDM itu kan statusnya tetap sebagai instansi pemerintah, mewakili pemerintah. Kalau mau urusan perijinan ya ke pemerintah, tapi urusan kontrak ya ke perusahaan. Lha kalau ada sengketa hukum disaat status perjanjiannya pemerintah-perusahaan nanti penengahnya siapa? Kalau ada sengketa hukum perusahaan-perusahaan kan jelas nanti pemerintah sebagai penengahnya.

  2. Nice info doc.. Ternyata hal2 kecil yg biasa dilakukan sehari2 bisa berdampak besar bagi lingkungan n alam sekitar :)

  3. setujuuu bgt..qt bs hemat energi, hemat biaya, serta ikut pelestarian lingkungan..dimulai dari yg kecil, dari diri sendiri, mulai dr sekarang!! ^^

  4. Artikel dan tulisan yg sangat menarik, ckup menggerakan kami utk melakukan pemanfaatan sumber daya alam energi di masa depan sebagai penerus bangsa, semoga artikel ini dpat di baca oleh semua orang yg dpat mengerti akan makna sumber daya alam energi :D

  5. tulisan yang sangat inspiratif, dari hal-hal yang kecil kita dapat menghemat energi, kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi, Ayo selamatkan bumi kita,..!!!

  6. Artikel dan tulisannya sangat menarik. Semoga dengan banyak orang yang membaca, dapat dimulai dari sekarang untuk menghemat energi dari cara yang sangat sederhana.
    SAVE OUR EARTH GUYS!

  7. what an inspiring article..mengingatkan hal hal kecil yang bermanfaat..semua orang tau tapi masih enggan melakukan.. ..smg menggugah orang2 yang berpikir..

  8. wahhhh….. dimulai dari hal yang kecil menghasilkan manfaat yang sangat besar…..
    bisa di bayangkan apabila hal2 ini dilakukan oleh semua orang…. =)
    tulisan yang sangat bermanfaat dokter, =)

  9. Emang semuanya dimulai dari yang kecil dulu… back to individu.
    Inget pepatah “Sedikit demi sedikit lama – lama akan jadi bukit” that real..
    dari melakukan hal yang kecil bisa berdampak besar bagi kehidupan . . :) :)

  10. Indonesia harus mengelola SDAnya sendiri dan saya yakin SDM Indonesia sangat handal dan dapat dipercaya untuk mengurus kekayaan bumi negara kita agar dapat dimanfaatkan sebesar2nya bagi kemakmuran rakyat.

    Salam

  11. Andai aja semua orang bisa berpikir seperti itu……bagus banget……
    kalo bukan kita siapa lagi….itu kata-kata yang tepat.
    lanjutkan yah bu dokter

  12. dimulai dengan hal-hal kecil kita bs membangun hasil karya yg lebih besar. Pemborosan kecil pun tiada dirasakan sampai hasilnya menggunung. Setuju sama penulis

  13. Good writing, ibunda.. Semoga satu persatu bisa aku amalkan yaaa.. Tapi itu mukanya cemberut amat naik becaknya. Apa karena ga bareng Abahanda? Ehehe..

  14. Saya sepakat.
    Jika bukan kita siapa lagi?
    Alangkah baiknya menjadi contoh yang baik bagi orang-orang. Perubahan bisa dilakukan dengan hal-hal yang sederhana.
    Terima kasih karena membagi cara menghemat energi yang bisa dilakukan sehari-hari.

  15. Menginspirasi banget :) ayo 3M : Mulai dari diri kita sendiri, Mulai dari hal yg kecil, dan Mulai dari sekarang :) negeri ku negeri surga bukan kata nya tp memang nyata nya :)

  16. Seandainya semua orang yang tinggal di bumi berprilaku sama seperti yang digambarkan di atas, pastilah kita rasakan kenikmatan hidup di dunia dan kita ingin panjang umur sampai 1000 tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s